ATMOSFER PENONTON UNDANG SHAHRIL ISHAK


Vivanews.com, 29 Sept 2010
Keputusan Shahril Ishak meniti karier sepakbola di Indonesia, jadi salah satu topik terhangat di kalangan publik sepakbola Singapura. Bagaimana tidak, Shahril tergolong sebagai salah seorang pemain terbaik yang dimiliki Singapura. Ia memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi selain posisi aslinya, gelandang bertahan.
Keputusan Shahril pindah ke Indonesia, ternyata banyak dipengaruhi oleh cerita rekan-rekannya di timnas Singapura yang sudah lebih dulu memutuskan berkarier di Indonesia.
"Baihakki (bin Khaizan) banyak bercerita seputar sepakbola Indonesia. Penonton di Indonesia katanya sangat fanatik dalam memberikan dukungan. Itu yang tidak kami dapatkan di Singapura," ucap Shahril saat ditemui VIVAnews, Rabu 29 September 2010.
Keputusan Shahril memilih berlabuh di Persib juga tak lepas dari saran yang disampaikan Baihakki yang juga bermain di Maung Bandung.
"Persib tim besar dan salah satu tim terbaik yang saya tahu di Indonesia. Jadi yang ada di pikiran saya hanya Persib ketika ingin main di Indonesia. Saya harus gabung Persib, harus," jelas Shahril.
Karenanya, dia memilih untuk bergabung dan bersama-sama pemain Persib lainnya bertekad untuk meraih juara Liga Super Indonesia (ISL) 2010/11.
Sayangnya, di saat keinginan kuatnya untuk memperkuat Persib, lelaki bernama lengkap Mohammad Shahril bin Ishak belum bisa tampil saat menghadapi Persela Lamongan. Saat bertemu Persela, baru tiga pemain asing Persib yang boleh dilibatkan, yakni Pablo Frances (Argentina), Christian "El Loco" Gonzales (Uruguay) dan Baihakki Khaizan (Singapura).
"Dia (Shahril Ishak) belum bisa tampil karena belum melengkapi syarat administrasi. Sedangkan tiga pemain lainnya sudah bisa tampil," kata Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar