INI CARA JOVO DISIPLINKAN PEMAIN

Vivanews.com, 27 Sept 2010
Resmi menggantikan Daniel Darko Janackovic sebagai pelatih Persib, Sabtu lalu, Jovo Cuckovic tetap menerapkan disiplin terhadap anak asuh tim 'Maung Bandung' itu, di Indonesia Super League (ISL) musim 2010/11.
Berbeda tentunya dengan yang diterapkan pelatih pendahulunya, di sini Jovo lebih mengedepankan komunikasi intens kepada para pemain.
Lelaki 61 tahun yang merupakan teman duet Janackovic dalam meracik tim, Jovo dinilai sejumlah pemain sebagai pelatih kepala Persib yang lebih kompromis dibandingkan dengan Janackovic.
Namun, perlu diingat, Jovo sebetulnya memiliki karakter yang sama dengan Janackovic. Pelatih tersebut telah bertahun-tahun mendampingi dan bekerja sama dengan pelatih asal Prancis itu, termasuk ketika mereka menangani tim di Aljazair. Jovo dan Janackovic tak kenal kompromi di lapangan.
Ketika pemain melakukan kesalahan, keduanya tak segan langsung menegur dan memberi peringatan kepada pemain tersebut di hadapan pemain lain. Dia pelatih keras dan disiplin, seperti gaya pelatih Eropa Timur pada umumnya yang mengutamakan speed and power.
Isnan Ali, salah seorang pemain Persib mengakui siapa pun pelatihnya, dia siap untuk menjalankan instruksinya. Di matanya, Jovo merupakan pelatih yang sangat disiplin.
"Dia selalu memberikan arahan kepada pemain di lapangan. Dia tidak ingin pemain selalu berbuat salah. Itu sangat wajar bagi seorang pelatih. Mereka mempunyai tujuan sama yaitu ingin membawa timnya juara. Cuma caranya beda," kata mantan pilar timnas itu, seperti yang dilansir laman persib-bandung, Senin, 27 September 2010.
Ketika Jovo bersama Janackovic sebagai asisten, ia tidak menerapkan banyak aturan terhadap pemain. "Kalau di luar lapangan, dia banyak diam, paling di lapangan memang lebih aktif. Ya hal itu biasa saja. Mudah-mudahan ke depan enggak ada masalah," katanya.
Sementara itu, Eka mengaku tidak keberatan dilatih siapa pun, termasuk Janackovic. Eka mengharapkan, pelatih nanti bisa bekerja sama dengan pemain dan membuat tim solid.
Meski demikian, Jovo pun tetap menerima ultimatum dari Manajemen Persib seperti yang ditujukan terhadap Janackovic. Apabila Jovo gagal dalam tiga kali pertandingan berturut-turut, ia harus rela lengser dari jabatan sebagai pelatih kepala Persib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar