KESALAHAN PERSIB DI EVALUASI


Klik-galamedia.com, 27 Okt 2010
Seluruh kesalahan yang dilakukan para pemain saat dikalahkan PSM Makassar 1-2, Sabtu (23/10) lalu, dievaluasi tim pelatih Persib Bandung pimpinan Jovo Cuckovic (JC). Evaluasi dilakukan JC di hadapan seluruh anggota skuadnya sambil menyaksikan rekaman pertandingan melawan PSM di Ruang Rapat Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung, Selasa (26/10) petang. Selain pemain, dalam class room tersebut hadir juga Wakil Manajer Persib, H. Dedy Firmansyah.
Berdasarkan pengamatan "GM", meski bertajuk evaluasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan para pemain, acara "nonton bareng" pertandingan Persib-PSM tersebut berlangsung dalam suasana santai. Jika ditemukan adegan yang dinilai merupakan sebuah kesalahan, JC menghentikan rekaman untuk kemudian mengoreksinya.
"Kita memang sengaja menyaksikan rekaman pertandingan melawan PSM untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang dilakukan pemain agar bisa dikoreksi pelatih dalam latihan nanti," kata asisten pelatih Persib, Robby Darwis, usai acara nonton bareng yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut.
Dijelaskan Robby, fokus evaluasi JC untuk pertandingan melawan PSM adalah menyangkut kesalahan yang terjadi sebelum dua gol bersarang ke gawang Persib. "Pada saat gol pertama terjadi, Maman dan Baihakki berdiri berdekatan dan tidak satu pun dari mereka yang menutup gerakan Andi Oddang yang bebas menyundul bola. Sedangkan untuk gol kedua, Anoure Obiora terlihat bebas saat mengirimkan umpan," ujar Robby.
Selain koordinasi di lini pertahanan, kata Robby, hal lain yang dievaluasi adalah banyaknya peluang Persib yang tidak berbuah gol, termasuk peluang matang yang didapatkan Shahril Ishak.

Sambut positif

Adanya program evaluasi di ruangan dengan menyaksikan langsung rekaman pertandingan tersebut, disambut positif Wakil Manajer Persib, H. Dedy Firmansyah. Dedi berharap, program evaluasi seperti ini akan menjadi kegiatan rutin tim pelatih setiap kali menyelesaikan satu pertandingan.
"Program ini saya kira cukup bagus. Meski untuk mengevaluasi kesalahan, tapi para pemain tidak merasa disalahkan. Pelatih pun hanya memberikan koreksi. Ke depan, program seperti ini harus dilakukan dalam setiap pertandingan, baik kalah ataupun menang," kata Dedi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar