RAHMAT BOCORKAN STRATEGI RENE


Tribunjabar.co.id, 22 Okt 2010
Mantan anak asuh Robert Rene Albert di Arema, Rahmat Afandi, membocorkan rahasia bagaimana caranya mengalahkan tim PSM Makassar. Ada dua jurus utama Rene dalam meracik permainan, yaitu menyimpan empat penyerang di depan dan menyimpan enam pemain di belakang.
Dijelaskan Rahmat, mantan pelatihnya itu kerap memainkan formasi 4-2-3-1. Rene selalu menempatkan empat bek sejajar, dua gelandang bertahan, dua striker sayap, satu gelandang serang, dan satu striker tunggal. Formasi tersebut memungkinkan permainan PSM kuat di lini tengah, lini depan dan juga lini belakang.
"Hati-hati, Rene selalu menempatkan empat pemain di depan saat timnya diserang lawan. Sehingga saat pemain bertahan mendapat bola, akan langsung dialirkan ke depan dan tugas empat pemain itulah yang melakukan serangan balik," kata pemain bernomor punggung 11 ini, seusai latihan di Stadion Siliwangi, Kamis (21/10) siang kemarin.
Rahmat menambahkan, keempat pemain tersebut akan bergerak dari sayap langsung menusuk ke jantung pertahanan lawan dengan cepat. Dengan menyimpan dua striker sayap di depan, ditambah seorang gelandang serang dan seorang goal getter, maka lini belakang lawan dipastikan akan keteteran dalam menutup pergerakan keempat pemain tersebut.
"Permainan yang selalu ditampilkan Rene seperti itu. Pemain belakang harus siap menghadapi serangan balik empat pemain yang disimpan di depan," kata Rahmat.
Selain itu, lini belakang PSM juga akan kuat karena Rene selalu menempatkan enam pemain di lini belakang, yaitu dua stoper, dua bek sayap, dan dua gelandang bertahan. Keenam pemain tersebut akan bergerak bersamaan menutup pergerakan penyerang lawan yang masuk daerah pertahanannya.
"Rene juga selalu menempatkan enam pemain bertahan, mereka akan bergerak bersamaan menutup lini pertahanan mereka ketika diserang," kata Rahmat.
Meski demikian, tetap saja ada titik lemah di strategi yang diterapkan Rene, yaitu ketegangan pemain di lapangan dan serangan balik tim lawan. "Pemain selalu bermain tegang karena kedisiplinan yang diterapkan Rene jadi para pemain kerap tidak enjoy bermain," kata Rahmat.
Dengan terus ditekan, lini belakang anak asuh Rene akan mudah diterobos penyerang lawan. "Rene paling gak mau gol dari counter attack yang jadi kelemahannya," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar