REVIEW DUA PERTANDINGAN PERSIB, LAWAN PSM DAN PERSIJA


 harinurdiansyah.blogspot.com, 30 Okt 2010
Kekalahan di dua pertandingan berturut-turut memang sangat menyakitkan bagi tim sebesar Persib. Ternyata tim yang diharapkan dapat memberikan prestasi bagi bobotohnya ini kembali gagal meraih kemenangan. Apa yang salah dari semua ini? Pemain berkualitas, pelatih asing dan dukungan para bobotoh, tetap tidak bisa membuat Persib bangkit.

Penjaga Gawang

Permainan Markus di bawah mistar gawang sebenarnya tidak terlalu buruk. Bahkan di dua pertandingan melawan PSM dan Persija, Markus banyak melakukan penyelamatan gemilang. Gol yang bersarang ke gawangnya tidak mutlak kesalahan Markus. Namun, sebagai penjaga gawang tim nasional kebobolan 5 gol di dua pertandingan menjadi catatan yang kurang baik. Total semenjak pertandingan melawan Uruguay, Persela, Deltras, Persiba, PSM, dan Persija, Markus telah kebobolan sebanyak 18 gol. Seharusnya pelatih harus mulai berfikir untuk mengistirahatkannya sejenak.

Belakang

Inilah lini yang paling banyak disorot di tim Persib saat ini. Keberadaan 2 pemain timnas Indonesia ditambah satu pemain nasional Singapura tidak cukup membantu lini ini menjadi solid. Posisi empat bek sejajar yang ditampilkan tidak bisa dijalankan dengan baik oleh para pemain bertahan Persib. Di dua pertandingan terakhir hanya Maman Abdurachman yang terlihat konsisten berjibaku mengawal daerahnya, namun tidak didukung oleh pemain bertahan lainnya. Nova Arianto sebenarnya tampil cukup baik, tapi tidak untuk 90 menit pertandingan. Sama halnya dengan full back kiri maupun kanan yang biasa ditempati Wildansyah, Isnan Ali, Baihakki dan Gilang Angga, yang tidak dapat menampilkan permainan yang sesungguhnya sebagai full back. Di mana kemampuan bertahan maupun menyerang harus seimbang. Yang paling mencolok ialah tidak adanya umpan silang yang akurat dihasilkan oleh kedua sisi ini. Hanya Baihakki yang mampu beberapa kali memberikan umpan silang ke daerah pertahanan lawan.

Tengah

Sebenarnya keberadaan Shahril Ishak cukup membuat lini ini hidup. Namun perbedaan cara bermain dia dengan rekan-rekannya, cukup membuat pemain tim nasional Singapura ini kesulitan. Atep, Eka maupun Hariono merupakan pemain lincah dengan agility yang cukup baik. Sedangkan Shahril merupakan pemain stylish dengan intelegensi yang tinggi. Tidak seperti Suchao yang lebih mengandalkan kecepatan, Shahril cenderung mengandalkan permainan skill full dengan lebih lama menahan bola untuk kemudian mengalirkannya ke lini depan. Visi bermainnya cukup baik, andaikan Eka Ramdhani dalam kondisi fit, kolaborasinya dengan Shahril ditunjang oleh tenaga kuda Hariono, pastilah lini tengah Persib akan sangat kuat.
Untuk Atep, ketika bermain melawan PSM sebenarnya cukup baik, namun ketika bermain dengan Persija, terlihat bahwa ia tidak bisa bermain lepas. Tidak ada ancaman yang ia berikan untuk mantan klubnya tersebut. Hariono pun sebenarnya tampil sangat baik, sebagai breaker ia bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Tapi kemampuan untuk menyerangnya tidak terlalu mumpuni. Ketidakmampuan dia untuk menendang dengan akurat dari luar kotak penalti, membuat serangan Persib tidak pernah muncul dari lini kedua ini.

Depan

Kehadiran Pablo Frances di dua pertandingan terakhir tidak banyak membantu rekannya, Christian Gonzalez dalam hal mencetak gol. Pablo Frances memang cukup bertenaga, tapi hal tersebut tidak cukup untuk bisa menghasilkan gol, bahkan menghasilkan sebuah ancaman ke gawang lawan pun, tampak sulit dilakukan oleh Pablo Frances. Kelebihan Pablo hanya di agresivitasnya dalam meraih bola dari kaki lawan. Namun, jika dilihat, sebenarnya kemampuan seperti itu seyogyanya bukan dimiliki oleh seorang striker. Kemampuan seperti itu seharunya dimiliki oleh seorang gelandang bertahan, yang mempunya naluri ball winner yang cukup tinggi.
Untuk Gonzalez tampaknya dua pertandingan terakhir menjadi masa yang cukup sulit untuknya. Sebenarnya kemampuan Gonzalez tidak perlu diragukan lagi. Hal ini bisa dilihat, setiap ia mempunyai peluang, bisa ia konversikan sebagai sebuah ancaman, meskipun belum menghasilkan gol.
Gonzalez mungkin mengira tandemnya sekarang, Pablo Frances sama dengan Hilton Moreira yang selalu memberikan ia kemudahan dalam hal mencetak gol. Namun pada kenyataannya, Pablo tidak pernah memberikan Gonzalez seperti yang Hilton pernah lakukan. Kesamaan tipe kedua pemain ini, menjadikan keduanya sulit untuk bekerja sama.

Pemain Pengganti

Pemain cadangan yang dimiliki oleh Persib sebenarnya memiliki kemampuan yang cukup baik. Dua rissing star telah bobotoh sematkan untuk Jejen Zaenal dan Rahmat Afandi. Secara umum di dua pertandingan terakhir, para pemain pengganti yang ditampilkan Jovo tidak terlalu mengecewakan.
Untuk ke depannya diharapkan para pemain pengganti ini bisa dicoba untuk ditampilkan sebagai starter, untuk menggantikan pemain regular yang tidak tampil cukup baik di pertandingan sebelumnya.

1 komentar: