TERTEKAN, NOVA MUNDUR SEBAGAI KAPTEN PERSIB


Vivanews.com, 11 Okt 2010
Nova Arianto resmi melepaskan predikatnya sebagai kapten tim Persib Bandung. Nova mengaku tak kuat terhadap tekanan dari publik 'bobotoh' (suporter Persib). 
Vava (sapaan Nova) mengaku merasa tak cukup mampu bertahan di tengah derasnya tekanan yang disampaikan bobotoh, terutama yang disampaikan lewat akun twitter miliknya.
Putra pelatih Persibo Bojonegoro, Sartono Anwar ini menyatakan tak bisa menerima penilaian sejumlah bobotoh. Vava dituding sebagai provokator ketika sejumlah pemain menuntut pelatih Daniel Darko Janackovic mundur dari jabatannya hanya selang sekitar dua pekan sebelum kompetisi dimulai.
"Saya sudah bicara dengan istri saya dan beberapa rekan di tim. Keputusan mundur sebagai kapten ini, sudah bulat," ucap Vava seusai menjalani latihan pagi bersama timnas di stadion Siliwangi, Bandung, Senin 11 Oktober 2010.
Mantan pemain PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya ini, membenarkan tekanan besar mulai ia rasakan setelah insiden di Cirebon.
"Setelah itu, banyak bobotoh yang kecewa dan tak sedikit di antara mereka yang menghujat dan menilai saya sebagai provokator. Keputusan mundur ini mungkin bisa memberikan hal positif, khususnya buat tim," terang Vava.
Tingginya tekanan psikologis diakui Vava sangat mempengaruhi penampilannya di lapangan. Ia tak sungkan untuk menilai ada penurunan performa dirinya di lapangan baik ketika menjalani dua laga awal Persib di LSI maupun saat memperkuat timnas menghadapi Uruguay, 8 Oktober 2010 lalu.
"Saya harus mengembalikan performa saya seperti semula. Bermain dengan pikiran yang lebih tenang, mungkin bisa membantu," jelas Vava.
Lalu siapa sosok yang menurut Vava pas menggantikan perannya sebagai kapten? Vava hanya menyebut satu nama, yakni Eka Ramdhani. "Selain kualitas dan jiwa kepemimpinannya, Eka adalah pemain asli binaan Persib," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar