BERHARAP KE FORMASI 3-5-2


Klik-galamedia, 5 Nov 2010
Sejumlah pemain Persib Bandung menilai, tingginya angka kebobolan tim kebanggaan bobotoh ini dalam enam laga pembuka Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 disebabkan ketidakcocokan pola permainan yang diterapkan yaitu 4-4-2. Selain melakukan pembenahan secara menyeluruh, beberapa pemain menyarankan agar tim pelatih kembali ke pola lama yang sudah biasa dimainkan Persib.
"Saya tahu, lini belakang Persib sedang dalam sorotan. Saya sangat menyadari itu. Saya berpikir ada baiknya pelatih kembali memakai pola 3-5-2 seperti dulu. Saya kira dengan pola ini hasilnya akan lebih baik," kata center back Persib, Nova Arianto ketika dihubungi "GM", Kamis (4/11).
Nova bukanlah pemain pertama yang mengatakan adanya ketidakcocokan pola permainan yang diterapkan pelatih ini. Sebelumnya, usai kekalahan 0-1 dari PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharudin Nasution, Selasa (2/11) lalu, Atep pun mengatakan hal yang sama. "Sepertinya, pola yang diterapkan pelatih tidak cocok dengan kita (Persib, red)," kata Atep ketika itu.
Berdasarkan catatan "GM", situasi seperti yang terjadi pada awal musim ini pernah menimpa Persib dalam tiga pertandingan pembuka LSI 2008/2009 saat Persib pertama kali dibesut Jaya Hartono. Ketika itu, Jaya sempat mencoba memainkan pola 4-4-2. Hasilnya, Persib kebobolan 5 gol dalam dua pertandingan pertama melawan Persela Lamongan (skor 5-2) dan Persija Jakarta (2-3) di Stadion Siliwangi Bandung.

Diusulkan

Munculnya usulan untuk mengembalikan pakem permainan Persib dari 4-4-2 ke 3-5-2 tersebut ternyata bukan hanya datang dari pemain. Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis pun sudah memiliki pemikiran serupa.
"Sejak awal musim, saya sebenarnya sudah pernah menyarankan kepada pelatih untuk memakai pola 3-5-2 saja. Usulan itu didasarkan pada pengalaman kita dulu (era Jaya Hartono, red). Tapi, pelatih memutuskan tetap memakai pola 4-4-2," kata Robby.
Dengan pola 3-5-2, Robby merasa yakin, tingginya tingkat kebobolan Persib bisa ditekan. "Kemungkinan ini (pakai pola 3-5-2, red) pasti akan disampaikan dalam rapat evaluasi nanti. Tapi, semuanya tergantung kepada keputusan pelatih kepala," kata Robby.
Hingga Kamis (4/11), Robby belum mengetahui secara pasti agenda rapat evaluasi yang akan digelar manajemen klub. "Mungkin besok (hari ini, red). Coba tanyakan langsung kepada manajer," katanya.
Manajer Persib, H. Umuh Muchtar sejauh ini belum menginformasikan jadwal pasti agenda evaluasi tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar