FARHAN: SOAL PERSIB JANGAN CARI SIAPA YANG SALAH


Goal.com, 26 Nov 2010
Mandegnya prestasi Persib Bandung di awal musim Superliga Indonesia 2010/11 berbuntut panjang. Dari evaluasi yang telah dilakukan dalam rapat bersama pemegang saham, ternyata blue print Persib yang tidak berjalan merupakan salah satu penyebabnya, demikian diceritakan wakil direktur utama Persib, Muhammad Farhan.
Belum setengah musim bergulir, Persib hampir bisa dikatakan sudah dua kali berganti pelatih. Pertama saat Darko digantikan oleh asistennya Jovo Cuckovic dan pelengseran Jovo tinggal menunggu pengganti dan pelengseran. Beberapa kalangan pemerhati Persib menilai, reaksi seperti ini tidak pantas untuk dilakukan dan Farhan mencoba menjelaskan duduk masalah.
"PT PBB memilih Darko Janackovic sebagai pelatih tidak sembarangan," buka Farhan.
"Dia datang lengkap dengan blue print juara Superliga dan prestasi di kompetisi Asia, namun dia dinilai tidak cocok dengan pemain oleh manajer."
"Dan sekarang manajemen meminta Jovo diberhentikan, kenapa?"
Berhentinya blue print yang sudah dirancang membuat tidak adanya parameter yang jelas untuk menilai, semua hanya berdasar pada hasil pertandingan semata.
"Tanpa dasar parameter dan statistik, kontrol kerja dan evaluasi akan menjadi debat kusir yang tidak berujung. Tak perlu cari siapa yang salah, cukup sadari saja jika ini masalah," tandasnya.
Sementara itu bobotoh meminta agar Persib segera berbenah karena masa jeda sekarang seharusnya bisa dimanfaatkan layaknya masa persiapan tim menyongsong kompetisi.
"Persib harus segera berbenah. Perbedaan harus segera diluruskan dalam tempo singkat dengan dasar kecintaan terhadap Persib," kata Ukung salah satu pendiri laman resmi Viking Persib Club.
"Andai saja semua bisa diselesaikan dengan cepat, Persib bisa melakukan persiapan yang cukup panjang hampir dua bulan sebelum memulai kembali kompetisi di awal Januari mendatang, sungguh sayang jika waktu berharga ini dibuang percuma," pungkasnya.

1 komentar:

  1. memang yang om farhan katakan betul tetapi di persib terlalu banyak yang salahnya,,,

    BalasHapus