JOVO: SAYA CAPEK BEKERJA SENDIRIAN


Vivanews.com, 1 Nov 2010
Jovo Cuckovic, pelatih Persib angkat bicara dan menyampaikan pembelaannya atas hasil buruk yang diperoleh Persib di awal musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/11.
Faktor komunikasi jadi kendala utama yang membuat Jovo merasa semua instruksi yang diberikannya tak pernah mampu diterjemahkan dengan baik oleh pemain di lapangan.
Kemampuan bahasa Inggris Jovo memang cukup terbatas dan sulit dimengerti maksud dan tujuannya. Namun, soal instruksi strategi Jovo menganggap kendala bahasa bukan faktor utama dan alasan bagi pemain untuk tidak bermain maksimal.
"Disini kita bicara sepak bola dan bahasa yang digunakan adalah bahasa sepak bola. Jika profesional semuanya pasti memahami hal itu," terang Jovo.
Pelatih asal Serbia itu menyayangkan orang-orang yang menjadi kepercayaannya di jajaran staf pelatih yang awalnya ia yakini bisa menerjemahkan instruksi yang diberikannya untuk kemudian disampaikan ke pemain. Ternyata tak pernah mampu menyampaikan semua instruksi yang diberikannya.
"Semuanya saya kerjakan sendiri, tidak ada pelatih fisik, tidak ada penterjemah, tidak ada direktur teknik, saya capek," keluh Jovo dengan bahasa Inggris tak begitu pasih.
Selama ini sambung Jovo, baik pemain maupun kedua asistennya Robby Darwis dan Anwar Sanusi, hanya bisa mengatakan "oke, iyah, no oke, no iyah,". Namun pada pelaksanaannya tetap saja tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya.
Apa yang dikatakan pelatih berusia 61 tahun ini, seakan menjadi jawaban atas tiga kekalahan yang dialami Persib di lima laga yang sudah dilakoni, sejak kick off LSI musim ini digulirkan.
Saat ini Persib masih tertahan di peringkat 14, dengan koleksi empat poin hasil dari sekali menang dari Persiba balikpapan 5-1, sekali seri saat menahan imbang Persela Lamongan 1-1 dan tiga kali kalah dari Deltras Sidoarjo 1-4, PSM Makassar 1-2 dan terakhir Persija Jakarta 0-3.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar