MUDAH DIBOBOL, SULIT CETAK GOL


Klik-galamedia.com, 4 Nov 2010
BANYAK kalangan menilai, sektor pertahanan menjadi titik lemah Persib Bandung di Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 ini. Meski pemain-pemain berkelas tim nasional seperti Maman Abdurahman, Nova Arianto, Baihakki Bin Khaizan, Isnan Ali dan kiper utama tim "Merah-Putih" Markus Horison Rihihina, gawang Persib sudah kebobolan 12 gol dalam 6 laga. Itu artinya, dalam setiap pertandingan, dua gol bersarang ke gawang Persib.
Di antara kontestan LSI 2010/2011, memang masih ada Bontang FC (20 gol dari 6 laga), Pelita Jaya Karawang (15/7) dan Persiwa Wamena (14/8). Tapi, untuk tim yang lini belakangnya dihuni pemain-pemain (katanya) kelas satu, statistik ini tentu saja tergolong sangat memprihatinkan.
Wajar kalau seorang Yadi Mulyadi, salah seorang tandem Robby Darwis di lini pertahanan Persib pada awal dekade '90-an, merasa perlu mengkritisi koleganya yang kini menjadi asisten pelatih tersebut. "Yang paling harus dibenahi Persib sekarang adalah lini belakang," kata Yadi.
Mantan maestro Persib lainnya, Adjat Sudradjat juga meneriakkan hal yang sama. "Sejak musim lalu, lini pertahanan Persib sudah dikeluhkan. Kalau sampai sekarang tidak ada perbaikan, itu artinya tidak ada hasil pembenahan," katanya.
Adjat boleh jadi benar. Bukannya perbaikan, lini pertahanan Persib terasa semakin keropos. Sebagai gambaran, kebobolan 12 gol dalam 6 laga pembuka merupakan rekor terburuk Persib sejak era Liga Indonesia (LI), termasuk lebih buruk ketimbang LI IX/2003, musim yang diyakini paling suram dalam perjalanan Persib.
Karena itu, dinilai gagal membenahi lini pertahanan Persib, Adjat berpendapat, jika manajemen klub memutuskan untuk mendepak pelatih Jovo Cuckovic, maka hal itu harus dilakukan satu paket dengan dua asistennya, Robby Darwis dan Anwar Sanusi.
Selain itu, hanya meraih 4 poin dari 6 laga merupakan catatan terburuk Persib di awal musim setelah LI IX/2003 yang hanya mengumpulkan 2 poin.

2 komentar:

  1. betul pisan kang Yadi dan kang AJAT,tambah lagi mereka (team persib)mentalnya KROPOS semua,maka perlu terapi psikholog segera dan entong lupa geura merenung didepan makam para legenda persib yg telah mendahuluinya...insyaallah mereka akan bangkit lagi..tp inget..tetep rendah dirilahhh...kita bisa berkaca dr team,mgt dan pelatih persipura yg selalu rendah hati..

    BalasHapus
  2. setuju pak suharyanto... Sekarang Persib ibarat sedang menderita suatu penyakit.. harus segera disembuhkan. Sayang dukungan dan fasilitas sudah didapat, tapi hasilnya belum terlihat...

    BalasHapus