MUSTAHIL PERSIB KELUAR DARI BANDUNG


Goal.com, 26 Nov 2010
Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar pertengahan bulan lalu, diputuskan Glenn Sugita akan menjabat sebagai direktur utama baru PT PBB. Keputusan ini diharapkan H. Umuh Muchtar yang sebelumnya merangkap jabatan sebagai direktur utama sekaligus manajer tim dapat lebih berkonsentrasi mengurus tim.
Selang beberapa hari setelah RUPS, Umuh Muchtar mengklaim dirinya masih menjabat direktur utama Persib karena pergantian di RUPS hanyalah sebatas wacana. Namun dari perkembangan terakhir yang diungkapkan wakil direktur utama PT PBB Muhammad Farhan, disebutkan pergantian itu tinggal menunggu legalitas.
"Rapat yang berlangsung, Sabtu (20/11) lalu itu dihadiri oleh semua pemegang saham mayoritas, tetapi hasilnya belum dicatat oleh pejabat hukum yang berwenang (notaris)," jelas Farhan.
"Menurut akta, H. Umuh Muchtar masih memegang posisi dirut, sementara menurut RUPS minggu kemarin, Glenn Sugita adalah dirut baru, jadi ini bukan wacana atau sesuatu yang harus diperdebatkan tetapi legitimasi.
"Perlu juga diperhatikan, apapun hasil rapat tidak akan membuat tim dan manajemen berhenti beraktifitas."
Farhan kemudian menjelaskan siapa sesungguhnya pemilik saham PT PBB.
"Singkatnya terdapat dua konsorsium yang memegang saham Persib yaitu PT SEP sebanyak 70 persen dan sisanya dikuasai lima tokoh Jawa Barat," tutur Farhan.
"PT SEP merupakan konsorsium pengusaha nasional yang berasal dari Jawa Barat dipimpin oleh Glenn Sugita yang merupakan mantan atlet tenis Jabar, hingga jelas Persib adalah milih PT PBB yang pemegang sahamnya adalah orang Bandung dan Jawa Barat dan PT SEP tidak pernah meminjamkan dana karena dari awal, komitmennya adalah berinvestasi dengan hasil prestasi dan hasil usaha."
Wakil direktur utama yang juga presenter itu kemudian menghapus kekhawatiran beberapa bobotoh yang masih beranggapan Persib bisa bernasib sama dengan Persijatim yang berpindah kota.
"Mustahil Persib akan berpindah kota. Ikatan primoldial warga Bandung dan Jawa Barat adalah yang terkuat dibanding yang lain," jelasnya lagi.
"Sekarang tak perlu lagi ada wacana atau debat tentang kepemilikan Persib. Hal terpenting bukanlah siapa pemilik, tetapi bagaimana membawa Persib berprestasi," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar