PERGANTIAN PELATIH BELUM TENTU JADI SOLUSI TERBAIK


Klik-galamedia.com, 3 Nov 2010
Kekalahan 0-1 dari PSPS Pekanbaru membuat isu pergantian pelatih Jovo Cuckovic semakin santer. Kendati evaluasi baru akan digelar sekembalinya tim dari Pekanbaru, manajemen tim Persib sempat melontarkan kalau kesalahan strategi pelatih menjadi penyebab kekalahan demi kekalahan Maman Abdurahman dan kawan-kawan.
Pro-kontra soal isu pergantian pelatih Persib pun bermunculan. Mantan bek Persib ketika menjuarai Liga Indonesia (LI) I/1994-1995, Yadi Mulyadi secara tegas menyebutkan, keterpurukan Persib di awal Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 ini bukan semata kesalahan pelatih. Yadi malah berani menunjuk, mental pemain Persiblah yang jadi penyebabnya.
"Saya kira, siapa pun pelatihnya, kalau mental pemainnya jeblok, tetap saja tidak akan ada perubahan. Saran saya buat para pemain Persib sekarang, buang perasaan sudah menjadi pemain bintang," kata Yadi ketika dimintai komentarnya mengenai isu pergantian pelatih Persib, Selasa (2/11).
Yadi sepakat, pembenahan kinerja tim harus dilakukan secara intensif pada masa jeda selama dua bulan. "Tapi dari semua lini, yang paling harus mendapat perhatian lebih dalam pembenahan adalah lini belakang," tambahnya.
Pandangan yang hampir sama diungkapkan Yudi Guntara, gelandang Persib era '90-an. Namun, kata Yudi, jika manajemen Persib tidak puas dengan hasil kerja pelatih dan memutuskan menggantinya, harus ada komitmen dan keyakinan kalau pelatih penggantinya bisa meningkatkan prestasi Persib.
"Tapi, dalam suasana terpuruk seperti sekarang, yang paling penting, di dalam tim tidak boleh saling menyalahkan. Soal tidak puas terhadap hasil kerja pelatih, itu wewenang manajemen. Tapi harus ada komitmen dengan digantinya pelatih, harus ada peningkatan," kata karyawan Bank Jabar Banten (BJB) ini.

Pola tidak cocok

Secara teknis, mantan pemain Persib yang dulu akrab disapa Oji ini melihat, ada ketidakcocokan pola permainan yang diterapkan Jovo dengan materi pemain Persib. "Kelihatannya Jovo menyamakan kemampuan pemain-pemain Indonesia dengan pemain-pemain yang pernah ditanganinya di Eropa, termasuk penerapan pola 4-4-2. Menurut saya, Persib harus meninggalkan pola 4-4-2 dan kembali ke 3-5-2. Mumpung ada waktu libur cukup panjang," katanya.
"Kalau materi pemain, saya kira sudah cukup. Kalaupun perlu tambahan pemain, yaitu pemain asing untuk posisi stoper," tambah mantan pemain yang pernah berkostum Persija Jakarta ini.
Berbeda dengan Yadi dan Yudi, eks striker Persib, Kekey Zakaria lebih memilih membicarakan soal suasana tim. Menurut Kekey, jika ingin bangkit, seluruh anggota skuad Persib harus menjaga kebersamaan dan kekompakan.
"Soal pembenahan tim, saya melihat hal itu perlu dilakukan terhadap sektor pertahanan dan gelandang. Kalau pemain depan, saya kira akan sangat bergantung pada aliran bola dari tengah," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar