PERSIB BANDUNG DIBAYANGI PERPECAHAN


Vivanews.com, 24 Nov 2010
Perubahan struktur direksi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) berpotensi jadi benih perpecahan di tubuh internal Persib. Umuh Muchtar yang akhir pekan lalu, posisinya dinyatakan tidak lagi menjabat sebagai Dirut PT PBB menolak dicopot sebelum ada keputusan resmi melalui rapat pemegang saham.
Pada rapat pengurus teras, Sabtu 19 November lalu, posisi Dirut PT PBB diputuskan diambil alih Ketua Konsorsium, Glen Sagita dan Umuh hanya diberikan kewenangan serta tanggung jawab di posisi manajer tim.
"Sebelum ada keputusan resmi saya masih Dirut PT PBB, sebab keputusan tersebut sifatnya hanya sementara. Untuk proses pergantian di tingkat direksi ini, aturannya harus melalui rapat pemegang saham dulu," jelas Umuh.
Selain itu, Umuh juga mempertanyakan klaim dari pihak konsorsium yang menyatakan saham kepemilikan Persib saat ini 70% dikuasai pihak Konsorsium. Menurut Umuh, dana klub yang dikucurkan pihak Konsorsium sifatnya hanya dana bantuan yang harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu.
"Jadi sifatnya hanya bantuan, karena itu kok muncul istilah kepemilikan saham segala. Klub memang memperoleh anggaran dari Konsorsium, tapi itu hanya modal yang mesti dikembalikan," terang Umuh.
Umuh pun mengakui sejak persiapan tim dilakukan, muncul silang pendapat antara pihak konsorsium dan manajemen. Terutama menyangkut kebijakan pemilihan pelatih dan pemain.
Ketika posisi pelatih masih dipegang Daniel Darko Janackovic, ditolaknya sejumlah nama pemain top dan berpengalaman seperti Alkdo Baretto, Abanda Herman, Zah Rahan Krangar dan lainnya yang akhirnya lebih memilih bergabung ke klub lain ketimbang Persib.
Faktor utamanya adalah akibat campur tangan pihak-pihak tertentu di jajaran konsorsium. Akibatnya proses persiapan pra musim yang dilakukan Maung Bandung pun menjadi amburadul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar